Jumat, 05 Oktober 2012

Why It's So Complicated

Why it is so complicated or do I think to0 much? could this be easier than I thought, simpler than I imagine. Why this stuff always so so so complicated for me.

Do I have to give up and pass under this complexity but It means I will run again, just run, right?

If you had a simple one, why you are not mention it. 

"God, I may not always understand for everything You gave to me, but I trust You"

PS: Just found this song from my friend's blog, and just wanna put this song in this feeling, this stuff. Enjoy! "How Could You"- Triangle Band, OST Perahu Kertas



For all the things that you said
For all the lines that we played
For all the very best dates
How could you do this to me
.
The things we did to stay sane
The walks we had in the rain
The places we used to hang
How could you do this to me
.
Oh well
Look at me now I’m falling in pieces
I don’t know what to do now
I’m lost within this fire
Oh well
Look at me now I’m falling in pieces
I don’t know what to do now
I’m lost within this fire inside me
.
For all the love that we share
For all the times that we blend
For all the path we walk down
How could you do this to me
.
The laughter under the star
The time you slept in my car
The people we made fun of
How could you do this to me
.
Oh..
Look at me now I’m falling to pieces
I don’t know what to do now
I’m lost within this fire
Oh..
Look at me now I’m falling to pieces
I don’t know what to do now
I’m lost within this fire inside me
 .
This fire inside me
This fire inside me
This fire inside me
This song, this lyric, why is so true, every single words.
for all the things that we did, for all the things that you said, for all the path I walk to, for how long we know eachother.
How.. could.... you do this to me.....

Kamis, 27 September 2012

My dearest, Ijal :)


Dear Fachrizal Cahya Purnama.

Nama kamu bagus yah. Bangga banget punya adik yang gak pantang menyerah, terus berjuang sampe akhir, Sampai cahaya datang kembali di Bulan Purnama. 

Selamat ya sayang, kamu udah bisa lulus Diploma dari Politeknik ITB Swiss (Polman sekarang). Time flies so fast, kayanya baru kemarin kita main bareng, jajan bareng, berantem tiap hari gara-gara rebutan remote TV sampe akhirnya kamu yang nangis dan aku yang dimarahin mamah. Dulu sebenernya aku sedih banget kalau bikin kamu nangis, takut aja kalau kamu gak berenti nangisnya, tapi habis itu kamu gak pernah marah sama aku, kita main bareng lagi.

Sebelum ada Ila, kita sering banget di bilang sejodoh, anak perempuan dan laki-laki. Nama Kita aja sejodoh, aku Annisa (Wanita) dan kamu Fachrizal (Laki-laki). Kita sekolah bareng, dari SD sampe SMA. Selalu disekolahin ditempat yang sama. Gak aku sadari yang selalu jagain aku, ya kamu! Kamu yang anter jemput aku, berangkat sekolah bareng sampe pernah ditilang polisi gara-gara kamu nganterin aku kuliah pagi-pagi gak pake helm.  

Dan kemarin,,setelah bertahun tahum, aku gak pernah liat kamu segagah dan setampan kemarin. Kamu gagah banget pake toga dan bawa ijazah. Akhirnya kamu lulus, Jal. Setelah tiga tahun berjuang. Aku tau banget gimana kamu berjuang di institusi itu. Susah memang sekolah di CAP Gajah, apalagi buat kamu,  yang cerita buat nafas aja susah. Hehe. Tapi aku kemarin banggaaaaa banget, terharu banget. Sampai kamu juga nangis terharu, mamah abah juga nangis. You Did it, dear!

Kemarin aku speechless banget, saat kamu peluk aku dan bilang “Ca, akhirnya Ijal lulus!”. Gak tau mau ngomong apa, semua campur aduk dan dominasi rasa bangga yang tak tergambarkan oleh kata-kata. Rasanya,,aku cuma pengen balik ke jaman kita rebutan remote TV :')

Selamat Adikku tersayang...Dunia menantimu. Kamu akan terus bersinar seperti cahaya bulan purnama yang menjadi satu-satunya sinar di malam hari.

And here, I present You all, my dearest Brother



Your Sister,
Annisa Maulida

Minggu, 16 September 2012

Appreciation Days

Haloo dunia di malam hari, ceritanya gw baru pulang dari short escape yang lumayan bikin otak jadi seger. Malam ini dengan hati yang masih dalam suasana liburan, bahagian dong tentunya, gw ingin sedikti share tentang acara Appreciation days yang baru diadakan di tempat gw bekerja.

Acara ini konon selalu diadain tiap tahun, dimana di hari itu, semua orang saling mengapresiasi orang lain dalam bentuk ucapan terimakasih. Konsepnya sih terserah divisi itu masing-masing, katanya acara ini juga dilombakan, hehe pokonya gw merasa kaya jama SMA, tiap ruang kelas dihias dan saling lomba agar kreasi kelas masing-masing menang. Hal serupa juga terjadi di kantor, kantor gw yang ada di lantai 9, yang terdiri dari 3 divisi saling menghias "Teritori" nya masing-masing untuk celebrating acara ini.

Di tempat gw, jadi semua orang di kasih Thank you card gitu, sebanyak-banyaknya, untuk menuliskan rasa terimakasihnya untuk siapa saja yang kita mau. Terus di sediain wall untuk nempelin kartu-kartu itu. Ahh lucu banget deh :)

Tiap hari workflow di tempat kerja lumayan tinggi, kadang orang minta kerjaan cepet beres karena deadline, ninggiin suara, marah-marah, tertekan, dll. Di hari itu, its time to appreciate all people. Gw iseng bacain kartu-kartu yang ditempel di dinding.. so touching banget. Bener-bener ngungkapin rasa terimakasih nya, sampe ada yang ngucapin ke tukang nasi goreng atau tukang siomay depan kantor, karena mereka siap sedia makanan di sore hari saat orang-orang kelaperan. hehe. Oia gw take beberapa foto di bawah ini :D

Foto dia atas, itu kreasi di Divisi gw, sepanjang wall berisi thanks card buat orang-orang. Manis yah? *Big applause to the creative teams.

Ini buat My supervisor, Lisa. " Dear Lisa, thx for being an awesome supervisor for me, thx for any inspiration that you give, I am so Inspired by You, Thx for your patient, Good Luck Lisa"
Nah ini buat temen sebelah meja Gw, si Programer galau. Tiap hari hobinya nge Bully gw, but He is pretty nice. " Dear Wenpy, thx for your support, your help, and always listening of my kegalauan. hehe. Thx juga for being programmer galau. hahah. All the best for you. Lu pasti akan kangen jailin gw"
Awalnya sih cuma disedian satu billboard kecil gini, tapi akhirnya merembet ke dinding. So many people wanna say thanks to every one.

Iseng gw liatin setiap tulisan di kartu-kartu itu, ada satu yang paling paling menarik diantara semua ucapan. Gw tau, orang-orang disini sangat workaholic, kerja sampe malem, and maybe He wanna say something to his wife, simple sih, tapi daleeemmm. *lebay. In dia...

"My Wife, Makasih Loh, 4 waiting till late"
Kalau yang satu ini, saat gw balik ke meja, udah tertempel aja satu kartu dari temen gw, Echie.. Really Nice, yah... Thak you, Echie.


Jumat kemarin, gw merasa aura positif ada di mana-mana, aura orang-orang tulus nya kerasa banget. I want to imagine, how many cards needed for me say thanks to everyone in my life until today. 

So thank you every one..

Kamis, 13 September 2012

Segitiga

Aku, Kamu, Dia...

Aku di Bandung, Kamu di Jakarta, Dia di Bandung..
Aku ke Jakarta, Kamu ke Bandung, Dia di Bandung..
Aku di Jakarta, Kamu ke Jakarta, Dia di Bandung..

Segita bertemu di satu siku,

Aku di Jakarta, Kamu di Jakarta, Dia ke Jakarta..

Segitiga Bertemu di dua siku,

Aku pergi dari Jakarta, Kamu di Jakarta, Dia di Jakarta

Segitiga tidak tahu akan bagaimana..


Sabtu, 18 Agustus 2012

Ramadhan Tahun ini

Alhamdulillah, Siapa lagi yang patut di Puji selain engkau Ya Allah. Alhamdulillah sampai juga di hari terakhir bulan Ramadhan tahun ini. Sedih rasanya, seperti gak mau berpisah karena sudah terlanjur sayang. Seperti layaknya bertemu dengan seseorang, melewati waktu bersama, suka duka dan saat berpisah, sedih bukan?

Alhamdulillah, bisa merasakan rindu ini. Katanya rasa rindu dan cinta adalah anugrah dari Allah :). Walaupun begitu, esok tidak kalah syukurnya, esok adalah hari kemenangan, insyaallah. Semoga bulan ramadhan kemarin, aku benar-benar berlomba dan esok adalah saat aku meraih medali di hari kemenanganNya. Entah ada di podium mana, juara ke berapa, yang penting kemenangan ini Dia yang memberi, medali ini Dia yang mengalungkan. Insyaallah.

Ramadhan tahun ini, layaknya tahun kemarin. Berbeda. Tahun lalu, menghabiskan puasa sebulan penuh di Turki, dengan segala macam pengalamannnya. Jauh dari rumah, jauh dari keluarga. Sampai hari raya idul fitri pun dilewati bareng-bareng pelajar lain dan warga indonesia di Kedutaan. ah memang tak terlupaka. Tahun ini, dengan pengalaman yang beda. Jauh dari rumah juga, tapi beda nya masih bisa pulang satu atau dua minggu sekali. :D

Tahun ini, alhamdulillah, udah bukan Mahasiswa. Pengalaman lain sebagai Pekerja. Oia ya belum cerita? Jadi tahun ini punya kesempatan untuk Internship di suatu perusahaan Multinasional di Jakarta. Statusnya sih masih magang, tapi allhamdulillah sudah bisa berpenghasilan sendiri. Kota baru, suasana dan lingkungan baru. Yaah Jakarta, kata orang sih kejam, yah well selagi gw gak bertindak kriminal, Jakarta pretty nice to me. Tinggal di kos-kosan, di tengah kota jakarta, dibawah gedung-gedung tinggi dan Mall tergaul di kota ini. 

Memasuki bulan ramadhan sudah pasti banyak di habiskan di Kota ini, di Kantor dan di Kosan. Oia, gw punya room mate, Demia, jadi setidaknya gw tidak sendiri saat sahur atau berbuka puasa. hehe. Walapun kerjaan kantor gak memandang ini lagi puasa atau tidak, jadi ya cukup sibuk dan puasa terasa lebih cepat. Pengalaman baru juga, buka puasa bisa bareng temen-temen kantor, dibikinin teh sama Mba Yanti (OB di kantor) dan tiap hari ada aja orang2 kantor yang bagi-bagi Ta'jil. Serunya saat pada ribut nanya ini udah adzan atau belum, rame-rame lock off Komputer dan ngeriung buat buaka puasa. Tapi kadang cukup gila juga, saat buka puasa hanya ngebatalin dengan teh, karena kerjaan yang super deadline. fiuh.

Semua ke-hectic-an kerjaan bisa terkendali saat gw punya target saat bertemu dengan bulan Ramadhan ini. Solat di Mesjid, ikut pengajian, mengurangi buka puasa bareng dengan temen (temen sd, smp,  sma, komunitas ini, mantan organisasi itu, hehhe) dan berusaha untuk full sholat tarawih di mesjid. Alhamdulillah, dengan izinNya, semua bisa tercapai, insyaallah.

Di kompleks kantor gw, ada mesjid besar, yang bisa memfasilitasi gw turun kebawah, ninggalin kerjaan dan dapet pahala lebih banyak dengan berjamaan. Kelurarga muslim kantor yang ngadain pengajian tiap siang dan gw berhasil tidak banyak ikut buka puasa bareng teman-teman, karena gak mau bolong sholat tarawih di mesjid, satu-satunya bukber yang gw ikuti hanya bareng Microbabes, *peluuukk, yang sekaligus farewell temen-temen yang mau study abroad. Oia satu lagi, deket kosan ada Mesjid yang mulai solat tarawih nya sekitar jam 8.15an, mereka menyediakan kultum yang cukup panjang dengan bahasan yang berbobot, alhamdulillah ramadhan tahun ini banyak menambah ilmu agama, sehingga saat gw ga sempet pulang Tenggo, gw masih bisa mengejar urusan Dunia dan lari menjear urusan akhirat di Mesjid :D. 

Disadari, tahun ini gw lebih banyak fokus sama diri sendiri, Tuhan dan keluarga. Dan Literally, gw lebih banyak menyendiri, menjauh dari hingar bingar bulan ramadhan yang sering banyak disalah artikan oleh kebanyakan orang. Ya hanya berfokus.

Esok Hari Raya Idul Fitri, dan kemarin Hari Kemerdakaan Indonesia! Semoga, Semoga, Semoga, aku merdeka, kita merdeka dari ketidakbebasan yang membelenggu, bebas dari penjara dosa, atau bebas dari penjara apun. Amin. 

Mohon maaf? aku di ajarkan untuk meminta maaf kapanpun, dimanapun, bukan hanya saat Lebaran. Tapi kali ini mungkin bisa dijadikan moment untuk merendahkan hati dan ego, untuk meminta maaf. Mungkin kadang aku butuh moment ya, hehe.

Maaf lahir batin, mari saling mendoakan jika kita tidak sempat bertatap muka atau berjabat tangan. Berdoa padaNya lebih utama, dan biarkan tuhan yang menggerakan hati hamba-hambanya. Tidak bermaksud riya, hanya ingin berbagi dan berkespresi :D

Iyi bayramlah 1433 H,

Annisa Maulida.


Kamis, 24 Mei 2012

Berbagi dan Mencari

Harusnya saya udah tidur, tapi kali ini saya ingin berbagi.
Salah satu definisi bahagia untuk saya adalah ketika saya berbagi, berbagi apapun, minimal senyum saya. Dan..saya senang bahagia, saya senang untuk berbahagia.

Empat hari kemarin, disaat orang-orang menghabiskan waktunya untuk berlibur panjang, bertemu dengan keluarga, kawan, saudara atau bahkan menghadiri acara pernikahan. Kali ini, untuk kesekian kalinya saya bersyukur, saya bisa menghabiskan long weekend ini dengan penuh makna dan bahagia.

Kembali ke dunia sempurna, suatu laboratorium dan (tidak berlebihan) saya sebut ini adalah perjalanan hati. Seorang teman pernah berkata, saat kamu mencari, yang terjadi adalah pencarian ke dalam diri. Seperti ikan yang bergerak layaknya mencari air, padahal air adalah dirinya, lingkungannya. Tidak ada yang salah dengan ikan ini. Mencari kadang baik, dari pada jalan ditempat. Mencari untuk memastikan.

Berbagi dan mencari. Dua kata yang menjadi perhatian saya saat memulai perjalanan hati ini. Dunia yang melibatkan banyak orang yang juga mencari atau hanya ingin sekadar merasakan. Terserahlah. Tapi satu yang aku salut, mereka mau bersusah-susah, berada di level ketidaknyamanannya dan sedikit bersabar untuk apapun yang mereka cari di dunia sempurna ini.

Dan saya...berada di dunia ini, ikut menyaksikan perubahan dasyat orang-orang hebat, suatu anugrah yang entah bagaimana lagi saya harus syukuri. Aura-aura bahagia, muka yang berbinar, semangat yang memucah, kelimpahan...begitu saya rasakan disini. Pelajaran yang paling berharga saat itu adalah belajar dari pengalaman orang-orang disekitar, merasakan aura dan energi mereka. Energi baru. Kebangkitan. Atau apapun itu namanya. Tanpa kata, tanpa bicara hanya tatap mata yang mewakili, menyambungkan energi satu sama lain.

Aku tidak perlu mencari seperti anjing yang mengendus untuk tahu keberadaan tulang. Cukup aku rasakan, maka aku menemukan. Bagaimana caranya? benarkah kamu menemukan? Gila, Bulshit lah!, Teorinya gimana? Satu yang aku pelajari, "Don't think, just feel it". Ya, rasakan saja..tidak perlu di analisis, tidak perlu difikirkan, cukup rasakan.

"Saya belajar totalitas dan fokus"
"Saya belajar berani, jujur dan berdamai dengan diri sendiri'
"Saya belajar mendengarkan, menggunakan dua telinga saya dari pada satu mulut saya"
"Saya berani untuk mempunyai mimpi"
"Batasan saya hanyalah Tuhan"
"Mimpi adalah bagaimana saya menjalani hidup, saya lebih baik tidak hidup daripada tidak punya mimpi"
"Saya belajar melepaskan Kepercayaan-kepercayaan yang selama ini menghambat diri saya"
"Bukan apa yang kamu tahu, melainkan apa yang kamu lakukan dengan apa yang kamu tahu"
"Fokus lah pada tujuanmu, maka cara akan mengikuti"

Dan masih banyak lagi...
kamu tahu rasanya kembali fitri...dan itulah aku saat ini.

Terimakasih kalian, terimakasih keluargaku. I'm so blessed.
Annisa.






Jumat, 04 Mei 2012

Repost: Sebuah siaran


Sebuah siaran di suatu radio
Berujar mengapa manusia jatuh cinta?
Pertanyaan yang menarik, tetapi
Dibalas dengan seorang penyiar
Kalau rasa sudah ada
Lantas mau bilang apa

Ciputat, 8 Nopember 2006
-oleh
mas deden