Jumat, 04 Mei 2012

Repost: Sebuah siaran


Sebuah siaran di suatu radio
Berujar mengapa manusia jatuh cinta?
Pertanyaan yang menarik, tetapi
Dibalas dengan seorang penyiar
Kalau rasa sudah ada
Lantas mau bilang apa

Ciputat, 8 Nopember 2006
-oleh
mas deden

Rabu, 25 April 2012

I Have No Idea

Beberapa hari ini saya melakukan aktivitas yang sama. Di rumah, beres-beres, nonton tv, cek email, browsing...dan begitu seterusnya. Ya allah jauhkan saya dari kesia-siaan dunia! Merasa tidak produktif, tapi saya senang, sekarang sering di rumah, menggantikan tugas-tugas mamah (Oh dan semoga meringankan, mengingat beliau sedang sibuk mencalonkan diri jadi Kepala Sekolah, cool mama :D), main Angry bird sama adik dan seperti mereplaced semua pekerjaan yang dulu saya tinggalkan karena sibuk kuliah dan jarang di rumah.

Kalau lagi bosen gini, lalu pikiran saya kembali mengawang, sampai kapan saya akan begini, down lagi. Pagi ini, lagi-lagi saya menangis, tidak berdaya dan memohon pertolonganNya.
Saya bingung, tidak punya ide, buntu, tidak ada clue dan seperti tak berkode.
sampai kapan, Ya allah!

Saya tersadar, lalu beristigfar dan bersjud di sajjadahNya. I have no Idea, tapi Allah pasti punya. Semua ini pasti ada alasan, hikmah, dan ada suatu waktu yang akan menjawab semua pertanyaan saya.
Doa saya tiap solat yaitu begini:
" Ya allah berikanlah yang terbaik, pekerjaan yang terbaik menurutMu, menurutku dan menurut keluargaku, yang terbaik untuk cita-citaku"

Papah saya kemudian berkata dan menyampaikan harapanya kepada saya. Beruntung sekali punya orang tua yang tidak khawatir dengan masa depan saya dan tidak menuntut karena saya belum bekerja (Keinginan saya), karena mereka juga punya Allah. Setelah ngobrol, seperti ada "Kode" yang tersirat dari doa-doa saya belakangan ini. Tapi entahlah...

Saya yakin, Allah mendengar doa-doa saya dan telah menyiapkan suatu yang bombastis untuk saya. Kuncinya adalah sabar dan percaya!
Tidak perduli dengan orang-orang yang berkata itu semua adalah Pembenaran, Oh poor you!

Oh ya, tuhan tidak pernah kehabisan akal jadi kita tidak perlu kuatir, percayalah- Pak wid (Wamen ESDM)

Senin, 23 April 2012

Setahun Kemarin dan Sebuah Siklus

Setahun kemarin. Sebuah siklus. Siklus Hidup

Hari ini tanggal 23 April, suatu tanggal yang mengingatkan saya pada masa-masa itu. Setahun kemarin. Malam ini, sedikit berbincang dengan seorang teman, seperti biasa ngobrol santai bahkan sedikit tidak penting, :p. Dia bertanya apakah film korea kesukaan kami sudah tamat atau belum, lalu saya menjawab "Iya udah, terus gantinya si Kim Tak Gu, mei, si Tukang Roti!", "Yampun Kim Tak Gu, jaman TA", "Iyaa jaman TA, SIKLUS MEI SIKLUS"

Sedikit memberi tekanan pada kata-kata "siklus". Kami memang sering bercanda dengan hal-hal yang mengingatkan pada kejadian-kejadian yang tanpa sengaja kembali terulang, terulang di saat ini. Ya, seperti film korea si tukang roti, acara master chef, teman yang berulang tahun (padahal baru saja kemarin kami kasih surprise), acara siaware, dll. Jaman-jaman menyelesaikan Tugas Akhir dan Skripsi. ah, padahal baru saja kemarin....

Semuanya seperti terulang dan mengingatkan kami, kalau semua bersiklus, seperti kembali ke zaman itu, padahal tidak. Hal-hal tersebut, beserta siklus yang terjadi seperti mengingatkan, sudah sejauh apa saya pergi dari masa lalu dan sudah berada di mana kini saya berada. Seperti yang pernah saya pelajari bahwa sebuah sejarah mungkin saja terulang, tapi waktu dan tokohnya tidak mungkin sama. Ya memang, walaupun si film korea itu muncul lagi dan seperti tepat setahun dari masa-masa galau TA, tapi sekarang muncul bukan di saat kami galau TA lagi, tapi di kegalauan yang lain (hehehe).

Oke, mungkin saya bisa sebut itu semua sebagai pengingat sebuah sejarah atau bahkan hanya kenangan. Tapi ada juga yang tidak bersiklus, seperti yang terjadi 23 April tahun lalu.

Siklus...terimakasih sudah mengingatkan sesuatu yang berharga di masa lalu, ingin sekali rasanya kembali ke masa itu, tapi bukankan kita hidup di masa sekarang. Aku bersyukur pernah ada di masa itu. Masa setahun kemarin, dua tahun, tiga tahun, atau bertahun-tahun kemarin yang mengantarkan aku ke masa sekarang.

Saya yakin, di suatu titik kamu pasti punya siklus
apa siklus kamu? :)

Selamat malam,
Annisa.


Rabu, 29 Februari 2012

Oh Jauh Sekali Rumahmu


Oh jauh sekali rumahmu
Kangen rindu semua ada
Selalu ada untukmu kekasih
Ku kayuh sepeda kumbangku
Kuberhayal andai dapat
Mengantarkanku sampai ke rumahmu
Kuingin menikmati sepenggal malam ini
Kutaktahu adakah dayaku
-Seandainya aku bisa terbang, Kahitna-

Lagu Kahitna diatas, cukup menggelitik hati gw, yang nyatanya memang punya rumah jauh. Dari jaman awal kuliah, setiap kenalan dengan orang baru -yang rata-rata bukan berasal dari bandung ataupun orang bandung sekalipun-, gw selalu bingung menjelaskan di mana rumah gw. 

"Rumah gw di Rancaekek, itu loh yag deket Jatinangor'" "Hah jauh banget, naik apa" "Hemmm sebenrnya gw ada rumah sih deket sini,,eh tapi itu rumah nenek, tapi nenek gw juga udah lama meninggal" bla bla ba...

Begitulah kira-kira kalimat yang sering gw lontarkan dan panjang dan sering kebingungan sendiri.

Dari mulai TK sampai SMP, gw sekolah di sekolah yang ada di dalem kompleks rumah, singkatnya..temen-temen kecil gw tau dan gak bingung di mana rumah gw, dan menganggap rumah gw amat sangat dekat. Beranjak SMA, gw masuk ke sekolah yang ada di Kota Bandung (hehhe, iyaa rumah gw bukan di kota!), sampai gw masuk ke kampus ITB. Dari semenjak SMA itu, barulah, rumah gw di anggap jauh oleh teman-teman. 

Jarang sekali, temen-temen SMA atau Kuliahan yang main ke rumah dan lagian kalau dipikir-pikir rumah gw memang jauh dari kampus. Waktu SMA aja kalau ga salah cuma dua orang yang sempet mampir ke rumah, itu pun rumah mereka di Jatinangor jadinya deket. Heheh terdengar aneh sih, tapi gw dari dulu rasanya pengeen banget temen-temen main ke rumah dan tau yang mana itu Rancaekek :p atau sekedar di apelin pacar (hahaha pacar mana woy), hahah curcol, kayanya pacar2 gw terdahulu juga jarang yang sampai ke rumah. :p karena gw sagat perhatian, yaa gw maklumi karena rumah gw jauh! :p

Gw sempet terlintas, mereka yang dengan sengaja main ke rumah gw, siapapun mau temen atau siapa gitu adalah mereka yang memang serius sama gw, tunggu! maksudnya memang niat banget gitu sama gw...Ah ambigu ya!!! *tapi ini tidak seperti yang kamu pikirkan kok* :p

Entah bagaimana gw menyebutnya, bukan berarti teman-teman yang gak pernah main ke rumah gw lantas buruk  (ya kali gw anaknya presiden, sampe harus didatengin!), tapi mereka yang pernah datang dan sengaja datang, gw anggep niat bangeeeett dan gw sangat senang sampai terharu! Gw terlalu take it seriously yah! tapi karena rumah gw jauh dan cukup fenomenal sepertinya. hehehhe

(Reni, Mei, Hawa, Fida) Mereka, adalah salah satu yang pernah sampai ke rumah gw :p
Suci, si bolang dari bogor. *bukan foto iklan motor*
Oh jauh sekali rumah mu...
dan seandainya aku bisa terbang

kamu kemarin juga akhirnya sampai ke rumah aku, luar biasa ya kamu! tapi terimakasih sudah berkunjung :)

salam,
annisa

Thai Boxing: Jiwa, Raga dan Spiritual

I am starting to fall in love with this exercise, Thai Boxing :)

Gw memang selalu suka olahraga, apapun itu. Voli, berenang, Squash, dll. Entah karena memang gw dibesarkan di keluarga yang suka berolahraga juga, tapi olahraga itu memang menyenangkan. Membuat pikiran tenang dan tentunya badan pun jadi sehat.

Selain voli, yaitu olahraga yang gw seriusin, kali ini gw serius dalam latihan Thai Boxing, seperti di postingan sebelumnya. Makin lama, latihan yang diberikan Trainner -muda kebanggan kita- makin berat, tapi seiring dengan latihan yang semakin berat, gw pun jadi terbiasa, mulai bisa ngikutin gaya latihannya si Angga (Trainner.red) yang juga sangat disiplin.
Singkat cerita, jadi waktu latihan terakhir, kayanya Angga lagi gak masuk, maka latihan pun diganti sama Trainner lain, namanya..hemm lupa! hehe. Latihan sama trainner baru itu beda banget sama Angga, lebih santai dan kurang berkeringat. Karena udah biasa berat dan nguli banget latihannya, maka gw dan Fida pun merasa latihan sama trainner baru gak ada apa-apanya. :p

Sabai Muay Thai, Braga.
Strike!
Jab!
Push kick, sasaran leher lawan, tapi kaki kanan kurang lurus :)
Me and Fida, partner in crime in Thai Boxing :)
Me and Angga, si Trainner dan pengarah gaya foto :p
Latihan Thai Boxing, memberikan banyak pelajaran, hehehe atau entah gw yang menyikapinya terlalu melankolis (Terserah! :p). Gw merasa Jiwa dan Raga gw semakin kuat, seiring denga latihan yang diberikan juga semakin berat, somehow gw pun jadi makin kuat menghadapi masalah hidup, hehe seperti ada kekuatan dari setiap Jab dan strike atau push kick yang sering gw lakukan, gak nyambung sih, tapi It works! Selain itu kalau kata Fida, latihan thai boxing ini juga memberikan kekuatan spiritual, walaupun gw masih bingung spiritual sebelah mananya hehe. Mungkin di Thailand sana, Thai Boxing ini mengandung unsur-unsur spiritual. hehehe.

Aku memang mau jadi petinju, tapi karena pernah cedera, jadinya aku gak bisa jadi Atlet. -Angga.

Repost: A day with Ica


repost from : http://milkaadyfa.blogspot.com
"Aku terharu baca ini, Daaaaaa :')"

I had some super days this week! Seperti judulnya, last Tuesday I spent more than a whole day with Ica, mulai dari Bandung, bertualang menjemput rezeki ke Jakarta, sampai balik lagi ke Bandung. Rencana pergi bareng2 ini ngedadak banget, baru diagendakan Senin sore, karena ketika itu aku baru dikabarin untuk dateng hari Selasa jam 11 ke kantornya salah satu perusahaan yang akuapply untuk wawancara dengan direktur HR nya. Ica sendiri sebenernya akan interview jam 3 sore, dan mengetahui bahwa kita akan interview di belahan Jakarta yang sama (Jakarta Selatan) walaupun jaraknya ternyata jauh, kita memutuskan untuk berangkat bareng2 ke Jakarta, dengan kata lain saling nganterin. 

Maka berangkatlah kita berdua naik travel jam 7 pagi dari daerah Surapati, Bandung. Sepanjang jalan kita sedikit mempelajari peta busway yang sengaja aku print dari rumah supaya engga terlalublank ketika nanti sampai di Jakarta. Agak cukup kebayang, intinya untuk interview aku, kita berdua akan ke Halte Depkes, sementara nanti untuk interview Ica, kita berdua akan mendekat ke Halte Departemen Pertanian. Sisa perjalanan menuju Jakarta dihabiskan dengan tidur, ngobrol ngalor ngidul, dan makan pisang goreng :p

Sebenernya aku agak panik takut telat nyampe kantor, tapi alhamdulillah, perjalanan cukup lancar, dan kita nyampe Halte Depkes sekitar jam 10.15. Selanjutnya adalah nyari yang manakah kantor yang aku cari (karena ga hafal yang mana, dan semuanya gedung2 tinggi, bikin kita bingung -__-). Kita sempet diem di Halte Bus sesuatu, dan aku berniat untuk nanya temen aku yang kebetulan kerja di kantor tsb, tapi ternyata...hp aku rusak. Setelah beberapa menit diem di halte yang entah namanya apa itu, ide brilian Ica muncul, dengan ngajak aku untuk nyamperin satpam di gedung yang letaknya di belakang halte, dan nanyain dimana kantor X yang aku cari. Bener aja, satpamnya tau (yaiyalah), dan ternyata si gedung yang aku cari itu cuma berjarak beberapa meter aja dari halte (tapi kalo jalan agak jauh juga sih kerasanya). 

Daaaan..masuk gedung ini bikin aku ngerasa kaya anak kampung masuk kota. Ini kantornya GAUL BANGET. Aduh maaf kalo aku terlalu kampungan, tapi ini beneran keren, kaya di bandara. Hahaha. Oh iya, ketika mau bertemu bapak yang aku tuju di kantor ini, ada kejadian yang (menurut aku) lucu dan menyadarkan aku bahwa kepo itu cukup berbahaya. Jadi kira2 dialognya gini:

Satpam : "Mau ketemu siapa, Mbak?"
Aku : "Bapak XA, Pak"
Satpam : (muka bingung) "Pak XA? Mbak tujuannya mau ke PT apa ya, mungkin salah."
Aku : (sok yakin, ngerasa bener nyebut nama) "Bener ko Pak, Pak XA"
Satpam : "Ga ada yang namanya Pak XA, Mba. Mbak salah PT kayanya"
Aku : (mulai bingung, ngeluarin hp untuk cek email) ... "Ooohh Pak XB maksudnya, Pak. Hahaha"
*..beberapa jam kemudian, di dalam busway menuju Cilandak, aku baru sadar kalo nama XA itu adalah nama dosen pembimbingnya seseorang yang sedang aku kepo-in. HAHAHA. Curiosity does kills!! :D*

Selama aku interview, Ica nunggu di lobby kantor gaul sambil ngisi application form buat nantiinterview nya dia. Setelah interview selama sekitar 45 menit, selanjutnya kita berdua naik busway ke Pasar Festival (yang jaraknya sebenernya cuma satu halte doang) karena aku udah janjian makan siang sama temen aku :) eh ko jadi speechless :p We had good times, makan siang bareng  di Yoshinoya sambil ngobrol2 ini itu. Disini juga ada kejadian yang lucu (again, menurut aku loh ya). Jadi aku pesen makan Veggie Beef, dan temen aku pesen Yakiniku (kalo Ica pesen..pesen apa ya, Ca? Aku lupa :D). Ketika makanannya udah ada di meja, entah karena laper atau apa, kita semua langsung makan aja. Tapi aku agak bingung dengan apa yang aku makan, karena aku kan pesennya Veggie Beef, dan kalo dianalisis dari nama makanannya, seharusnya itu makanan ada sayurnya gitu ya, tapi kok yang aku makan isinya daging doang. Dan ternyataaa..setelah aku makan beberapa suap sambil ngeliat gambar menu, yang aku makan adalaahh..YAKINIKU. Artinya? Makanan aku sama temen aku itu ketuker, sodara-sodara. Mau tukeran makanan tapi kagok juga kan (mana yang dia makan udah ampir abis lagi :p), jadi akhirnya kita lanjutin makan makanan yang tertukar itu, dan ujung2nya dia abisin yakiniku-nya, karena aku kekenyangan.

Selanjutnya, kita solat dzuhur, dan melanjutkan perjalanan ke Cilandak naik busway dan lanjut naik taksi bertiga. Iya bertiga. Temen aku sangat berbaik hati mau nganterin aku dan Ica ke Cilandak,thank you ya, Ka! Dan ternyata tempat Ica interview ini bener2 komplek perkantoran yang laki banget. Gagah. Macho. Perkasa. Whatever you call it, pokonya itulah kesan pertama yang aku rasain ketika liat kantornya :D Oh iya, karena kantornya ini letaknya deket dengan kantor Trakindo, hari itu, Selasa, 21 Februari 2012, kita berdua yang datang jauh2 dari Bandung untuk nyari kerja, bener2 ngerasa seperti Si Doel. We are Doel-wati. Inget kan kalo Si Doel itu kerjanya di Trakindo? Yang kebayang dalam pikiran aku adalah Insiyur Kasdulah yang tiap hari pamitan sama enyak nya untuk nyari kerja, bedanya, kita berdua engga naik motor sambil nenteng2 surat lamaran dalem tas sih :p

Kita dateng kecepetan dri jadwal interview nya Ica. Sekitar jam 2 siang kita udah nyampe (karena ternyata kantornya ga jauh dari Halte Departemen Pertanian). Jadilah kita bertiga nunggu di lobbynya, dengan AC ruangan yang sangat dingin sampe aku jadi pilek. Sekitaran jam 3, Ica masuk ruangan untuk interview dan aku mati gaya nunggu di lobby barengan temen aku itu. Eh untungnya ada temen sih, kalo sendiri pasti lebih mati gaya. :p

Ica beres interview sekitar jam 4, dan selanjutnya kita yang udah laper lagi memutuskan untuk mengunjungi mall terdekat untuk makan lagi. Kita bertiga naik Kopaja (this is my first time!) sampe deket lampu merah, lalu jalan dan nyebrangin jembatan penyebrangan (yang pemandangan kanan kirinya adalah jalan tol) lalu jalan lagi dikit untuk nyampe ke Cilandak Town Square (Citos). Nyampe sana, kita solat ashar dulu, lalu muter2 nyari tempat makan apa. Setelah menimbang2 ini itu, akhirnya kita memutuskan untuk makan di Four Fingers. Four Fingers ini adalah tempat makan sayap ayam goreng :D FYI, aku pertama kali tau tempat ini ketika nonton wisata kuliner. Pak Bondan makan disana, dan keliatannya enak dan menarik banget, jadi aku penasaran deh. Disana kita pesen apa ya namanya, pokonya sayap dengan bumbu spicy, garlic, dan satu lagi aku lupa, pake kentang goreng yang dikasih bubuk sesuatu, dan minumnya lemon tea. Ini dia penampilan makanannya :

Enyaakkk :9
The Doel-wati, after ate at Four Fingers Citos :p
Kita diem di Citos cukup lama karena tiba2 ujan gede banget (terimakasih ya Allah :)). Jadi disana kita ngobrol-ngobrol dan memutuskan untuk pulang ke Bandung naik travel Baraya yang jam 7 malem. Sekitar jam 6, ketika ujannya udah berhenti, kita keluar dari Citos menuju Baraya Fatmawati. Agak jauh juga ternyata jalannya, tapi untunglah kita dateng jam 7 tepat dan ga ketinggalan travel. Disitu kita berpisah sama temen aku, karena kita harus pulang ke Bandung, dan dia pun harus balik ke kosannya lagi. Seneng sekali rasanya hari itu, ga nyangka aja bisa 'berpetualang' dan jalan2 di Jakarta disela-sela aktivitas jobseeking :D

Dan ternyata travel isinya cuma aku dan Ica. Sepanjang jalan dari Fatmawati sampe Bekasi aku ngobrol panjang lebar sama Ica, sisa perjalanan kita berdua sama2 tidur, dan jam 9 malem kita udah nyampe Bandung. Ini supir travelnya ngebut banget. Malem itu Ica nginep dirumah. Nyampe rumah pun kayanya kita masih ngobrol2 lagi ya ca? Pokonya we had quality time talking about many things :)

Besokannya, Ica pulang dari rumah aku sekitar jam 2 siang. Again, kita ngobrol ini itu lagi. Besokannya yaitu Kamis. kita kembali bertemu di tempat latihan Thai Boxing dengan membawa kabar gembira yang aku terima di dalem angkot menuju Braga. Dan nyampe tempat latihan ternyata isinya cuma kita berdua doang. Beres latihan, kita pun foto2 dengan trainer brondong kebanggaan kita semua :D




Beres latihan, kita lalu ngobrol2 bertiga dengan trainer terus sekitar setengah 2, kita mandi. Selanjutnya, masih berdua dengan Ica, kita bedua pergi ke Kings karena aku pengen nyari kacamata. Dan disana kita malah sama2 impulsif, beli kacamata kembaran :D (foto kita pake kacamata kembar nya menyusul ya :p). Terakhir sebelum pulang, kita solat ashar di Mesjid Agung, dan setelah solat pun kita ngobrol2 banyak hal di mesjid selama sekitar sejam sebelum akhirnya aku pulang naik bis, dan Ica ngangkot ke stasiun.

Thank you ya Caaaa for the days of togetherness nyaa :) The best of luck to all of us!


"Each friend represents a world in us, a world possibly not born until they arrive"
-Anais Nin

Jumat, 17 Februari 2012

Muay Thai: Science of Eight Limbs

Hallo selamat malam,
Lagi gak bisa tidur jadi mau share sedikit. :)

Ketika nulis judul postingan kali ini, gw berasa kaya di Negeri Api dan akan terlibat dalam Mortal Combat, *halaah.
Kemarin gw akhirnya ikutan Thai Boxing di Sabai Muay Thai (www.sabaimuaythai.com), di salah satu Mall ternama di Jalan Braga. Hah Boxing? Iya jadi teman gw yang adalah Dewi sporty, Fida, pernah cerita kalau dia ikutan thai boxing atau Muay Thai ini, awalnya sih gw masih gak tertarik ditambah lagi harga exercise nya yang lumayan mahal. Beberapa kali juga fida share di Twitter kalau lagi Muay Thai, tapi lama-lama kok menarik ya, lalu gw melihat tayangan infotainment, ada salah satu artis gak terkenal sih (hahhaa) lagi diliput sedang latihan thai boxing lalu diperagakan beberapa tekniknya. Dasar wanita impulsif, gw malah jadi tertarik setelah nonton si artis itu, berasa keren latihannya. hahhaa. Engga engga, gw tertarik beneran kok, ditambah lagi gw udah lama gak olahraga, setelah pensiun dari latihan voli, dan gw merasa berat badan gw sedang mencapai ambang maksimum yang pernah gw capai selama 22 tahun hidup (lebay) selain itu, gw malah jadi sering sakit-sakitan karena gak olah raga...jadilah gw memutuskan untuk ikutan Thai Boxing.

Oia, awalnya gw sempet akan memilih ikutan nari, nari latin tepatnya untuk olahraga. Tapi Thai Boxing ini terlalu menarik, ditambah lagi Fida yang Bilang "Ini cocok banget buat nurunin berat badan!", maka berbinar-binar lah muka gw. (Nari dan Boxing, sangat bertolak belakang sekali yaa nampaknya. hehehe :p).

Di Sabai Muay Thai ini gw ikut Cardio Class dan memang benar kelas ini didesain untuk menurunkan berat badan dan Body shaping. Kelas lainnya adalah Regular, Advance dan Professional class  yang kesemuanya adalah untuk mereka yang memang mau belajar teknik-teknik Thai Boxing dan jadi profesional di bidang itu. Perbedaan lainnya adalah karena ini untuk menurunkan berat badan maka porsi latihan yang lebih berat dan set latihan yang lebih banyak. Woooo dan setelah gw latihan di hari pertama, GOSH memang benar, gw kayanya ada kali sit up dan push beratus-ratus kali, ditambah teknik dasar di Muay Thai yaitu Jab, Strike, Hook, Kick dan upper cut yang dilakukan berkali kali sampai pingsan. hehehe

Latihan di hari pertama, sangat luar biasa, di luar dugaan gw. Gw kira akan latihan seperti karate, latihan teknik, ternyata tidak! beda sekali dengan si mba mba artis di infotainment itu, yang latihan mukul-mukul lawannya dengan wajah ceria full make up. Sementara gw ngos ngosan. Tapi gw tetap semangat demi badan sehat dan kurus tentunya :D

Gw sangat menikmati latihan ini, selain karena akan membuat gw sehat dan berkeringat, gw merasa keren aja pakai hand warp dan gloves tinju. Melakukan Jab, Strike, Kick, Upper cut dan lainnya,  lalu sesekali berantem sama mas-mas trainernya, maksudnya mempraktekan teknik-teknik dasar di Muay Thai.hehe. Gw semakin tertarik dan rasanya ingin mendalami Thai Boxing ini....

Yang gw baca, kalau Muay thai ini adalah Combat Sport  yang berasal dari Thailand dan merupakan olahraga National disana. Muay merupakan bahasa sansakerta yang artinya "To bind together", dan Muay Thai ini sering disebut " Art of Eight Limbs" atau "Sience of Eight Limbs" karena hampir dari seluruh bagian badan dapat dipergunakan dalam olahraga ini yaitu misalnya menggunakan pukulan (Punches), tendangan (Kick), sikutan/menyikut (Elbow) dan Pukulan Lutut (Knee strikes), berbeda halnya dengan Boxing biasa yang hanya tinju saja.



Itu semua menambah ketertarikan gw terhadap olahraga ini, Fun dan tidak membosankan, ditambah lagi suasana latihan, trainer dan teman-teman lainnya yang membuat gw betah latihan. Walaupuun badan rasanya remuk setelah bangun tidur karena latihan yang sangat keras, tapi gw seneng banget. Ah, gw memang selalu senang saat olahraga, apalagi bagian Jab, Strike dan Kick ke Sand sack dengan sekuat tenaga, berasa lepas beban ini, hahahaha.

Gw gak sabar untuk latihan lagi, dan gak sabar liat angka timbangan yang menurun drastis, hehe tapi yang penting gw sehat.
Nanti gw post foto-foto suasana latihan, maklum member baru masih malu foto-foto :p

Salam Olahraga,
Didalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat, 
kuat menghadapi beban hidup ini, *apaaadah

Thai!
Every time I do Jab strike and kick, I image your face, buuukk buukkk !-@maulidannisa